PERAN MEDIA DIGITAL TIKTOK DALAM MEMPERTAHANKAN TRADISI TARI ENDENG ENDANG DI KALANGAN GEN Z DI LABUHAN BATU UTARA
DOI:
https://doi.org/10.61721/pendis.v5i1.652Keywords:
Media Digital, Tiktok, Generasi Z, Pelestarian Budaya, Tari Endeng-EndengAbstract
Penelitian ini membahas peran media digital TikTok dalam mempertahankan tradisi Tari Endeng-Endeng di kalangan Generasi Z di Labuhanbatu Utara. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda berinteraksi dengan budaya lokal. TikTok hadir sebagai ruang baru yang tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya melalui konten kreatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus untuk memahami secara mendalam bagaimana Generasi Z memanfaatkan media digital dalam mengenal, mengolah, dan menyebarkan kembali Tari Endeng-Endeng. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tokoh adat, kreator konten, dan generasi muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok memiliki peran penting sebagai media promosi, arsip digital, serta ruang partisipasi kreatif. Generasi Z tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga berperan sebagai produsen budaya yang aktif. Meski demikian, terdapat tantangan berupa risiko penyederhanaan makna budaya akibat tuntutan konten yang cepat dan menarik. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian budaya di era digital memerlukan keseimbangan antara inovasi dan nilai tradisional agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas budaya.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 PENDIS (Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.








